Menu

Belajar Teknik Fotografi Untuk Pemula Pahami Apa Itu Aperture Dan ISO

Tips Fotografi – Belajar Teknik Fotografi Untuk Pemula Pahami Apa Itu Aperture Dan ISO, Artikel Belajar Teknik Fotografi kali ini lanjutan dari yang pertama kemarin. DI artikel sebelumnya kita belajar teknik fotografi untuk shutter speed dan pembelajaran sedikit tentang SEgitiga Eksposure dimana ketiga elemen tersebut sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal.

Kali ini kita akan sedikit memahami settingan aperture dalam kamera. Kalau shutter speed kemarin adalah kecepatan membuka menutup dalam membatasi cahaya yang masuk ke sensor kamera. Kalau APerture nih adalah bukaan lensa seberapa besar lubang yang akan dibuka agar cahaya bisa masuk mengenai sensor.

Teknik Fotografi Dslr Dengan Aperture

Belajar Dasar Fotografi

penjelasan tetnang aperture

Dari sini sudah paham kan, kalau shutter kan kecepatan, kalau aperture ini ngebuka lensanya lubangnya gitu maksudnya. Makanya beberapa orang mengatakan aperture ini dengan sebutan bukaan. Woi pakek bukaan 2,2 aja biar gak ngeblur ngeblur amat, kira – kira begono.

Baca juga : Daftar Kamera Untuk Pemula Ada DSLR Dan Mirorrless

Untuk bukaan ini setiap kamera memiliki nilainya masing – masing. Untuk kit dari canon biasanya di maksimum di F 3.5. Sekarang kita pahami lebih lanjut pola shutter speed dengan Aperture. Jiak shutter speed pada layar kamera terpampang 1/100 ngebacanya mudah rana akan membuka dan menutup dengan kecepatan 1/100 detik.

Kalau ngebaca aperture(bukaan) terbalik. Jika setting F (bukaan) pada layar kamera tertera F 13 maka itu termasuk bukaan kecil, sedangkan jika Setting F di kamera ada di angka 2,8 – 1,8 itu termasuk bukaan besar. Semakin kecil nilai F semakin lebar bukaan lensa, semakin besar nilai F semakin kecil bukaan lensa. Ya kurang lebih seperti itulah. Jadi jika bukaan semakin lebar maka cahaya yang masuk akan semakin banyak maka hasil gambar semakin terang. SEbaliknya jika F atau bukaan semakin kecil maka cahaya yang masuk mengenai sensor semakin sedikit otomatis gambar semakin gelap.

Lalu bagaimana mempermainkan setingan aperture/bukaan ini. Kalau main aperture ini sedikit lebih rumit gaess karena kita harus mengokombinasikannya dengan shutter speed untuk hasil ayng lebih maksimal.

Kombinasinya biasanya seperti ini jika Bukaan Besar/lebar maka dikombinasikan dengan shutter speed kecepatan tinggi agar cahaya yang masuk tidak terlalu banyay. Misalnya nih kita main di F 1,8 sampai F 2,8 di area terbuka. Cahaya yang masuk pasti terlalu banyak, sehingga perlu di imbangin dengan shutter speed tinggi pula bisa di kisaran angka 1/400 – 1/800 tergantung komposisi cahaya. Tehnik Fotografi ini bahasa kerennya lensa cepat.

Oke sampai sini dulu penjelasan kombinasi aperture dan shutter speed. Saya anggap udah faham ya gaes. Sekarang lanjut dulu nih. Lihat gambar dibawah.

belajar kamera setting aperture

setting aperture tinggi

Gambar ini terlihat ada yang unik kan, something ngeblir – ngeblur gitu. Kalau istilah gaulnya orang suka bilang Bokeh. Yup efek bokeh ini bisa dihasilan dengan menggunakan SEttingan bukaan besar. Saya menggunakan lensa Fix dengan setting F 2,5 dan speed 1/200 (kondisi cukup gelap waktu itu karena banyak pohon). dan setting bukaan besar itulah yang bisa menghasilkan gambar bokeh.

Baca juga : Belajar Fotografi Ala Darwis Triadi

Kenapa bisa muncul efek bokeh seperti itu, itu karena adanya lingkup ruang tajam bahasa linggisnya Depth of field. Akan saya jelasin sedikit tentang Depth of field sesuai dengan apa yang saya tahu ya gaes.

Depth Of field atau ruang tajam ini menunjukkan seberapa besar ruang tajam(fokus) pada gamabr yang akan kitaambil. Jika Depth of field ini memiliki area/ruang yang luas bisa dikatakan bahwa sebagian besar area yang kita ambil tampak fokus semua dalam frame disebut depth of field luas. Sedangkan jika depth of field sempit maka titik fokusnya pun juga sempit. Dari sini udah mudeng apa belon, kalau belon nih lihat gambar dibawah.

Belajar Teknik Fotografi

Depth of field luas

Digambar itu saya menggunakan BUkaan kecil Dengan F/14 dengan Speed shutter 1/125. Gambar di atas ini termasuk gambar dengan Depth Field Luas karena fokus dari atas kepala tuh sampai badan bagian bawah terlihat fokus semua kan. Jadi kalau kamu mau semua foto atau obyek terlihat jelas dan fokus maka kamu wajib memakai settingan dengan bukaan kecil alias nilai F besar (F 8-Maks tergantung kondisi).

Sedangkan jika kamu ingin depth of field yang kecil atau titik fokus yang hanya sedikit maka gunakan bukaan besar dengan nilai F kecil ( F 1,2 – F 4.0 tergantung kondisi yah). Sampai sini penjelasannya udah cukup paham kan gaes. Semoga sudah paham. Karena akan saya lanjutkan penjelasan mengenai Setting ISO. Kalau belom jelas bisa komen dibawah deh atau ke fanspage kita NGetricks.com.

 

Memahami ISO Setting wajib Untuk Fotografer Pemula

Setting ISO Kamera

Unsur terakhir dari segitiga bermuda triangle exposure yakni ISO. Jika kalian sudah memahami apa itu Shutter SPeed, APerture/bukaan. Lalu apa pengertian dan fungsi dari ISO ini. ISO ini kalau dijelaskan secara mudah adalah elemen yang menunjukkan tingkat kepekaan sensor pada kamera terhadap cahaya. Jadi ISO ini megnatur seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya yang masuk dari lubang diafragma lensa.

Kalau kemarin tugas dari Shutter speed dan Aperture adalah membatasi jumlah cahaya yang masuk. Maka ISO ini sedikit berbeda fungsinya dia bekerja sendiri untuk mengatur kepekaan sensor terhadap cahaya yang masuk. Semakin sensitif sensor maka semakin peka pula terhadap cahaya, setingan ini biasanya digunakan ketika ada pada area yang kurang cahaya.

 

komposisi fotografi

contoh gambar noise

Baca juga : 7 Tips Menggunakan Kamera Hape Android Biar Hasilnya makin aduhai

Eits jangan senang dulu ketika kamu mengatur sensitifitas terlalu tinggi pada area gelap alias mengatur ISO Terlalu tinggi, maka akan mempengaruhi ketajaman foto yang dihasilkan. Oleh karena itu kita harus berhati – hati memainkan ISO. Jika ISO Kamera terlalu tinggi ISO 1600 nih misalnya kamu njepret di area low light , pasti nantinya muncul bintik – bintik atau gambar kurang tajam, hal ini disebut dengan noise.

Lalu bagaimana mengatasinya jika kita motret di area yang gelap. Salah satunya adalah menggunakan flash bisa eksternal maupun internal. Namun jika kamu menggunakan flash ini Shutter maksimal yang bisa dimainkan adalah 1/250 saja.

Jadi penjelasan singkatnya dalam menggunakan ISO Ini adalah jika motret pada terbuka dengan banyak cahaya dianjurkan dengan ISO rendah 50-200an lah, kira – kira segitu untuk mengurangi kepekaan sensor cahaya. SEdangkan jika ada pada area kurang cahaya bisa digunakan ISO 200 – 800. Kenapa sampai 800 saja, karena menurut saya Batasan untuk mendapatkan gambar tajam ada di ISO 800 kalau saya sih, karena kamera masih spek mid mid gini hahaha, noisenya kerasa banget.

Udah cukup jelaskan teknik fotografi dasar yang udah saya ketik – ketik di atas ini. Semoga bisa membantu kalian ya gaes. Untuk kombinasi ketiganya kalian perlu mempelajarinya secara langsung, atau nanti akan saya tuliskan sekalian deh. tapi singkat aja mungkin. Terima kasih sudah mampir jangan lupa komen – komen ya kalau kalian kurang faham.

Belajar Teknik Fotografi

Share This Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *